Ambon, 2 Maret 2026 – Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura kembali menyelenggarakan Physics Monthly Seminar sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi di bidang sains dan teknologi. Seminar yang mengusung tema “From Training to Scientific Innovation” ini menghadirkan dua mahasiswa internasional asal French Air and Space Force Academy, Prancis, yakni Alix Fernandez dan Adrien Mea-Vitton, yang saat ini sedang menjalani program magang di Jurusan Fisika, termasuk Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi (RIO).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Fakultas Sains dan Teknologi ini dihadiri oleh dosen serta mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi (RIO) dan Program Studi Fisika. Seminar menjadi momentum penting dalam memperkuat atmosfer akademik yang berwawasan internasional sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan teknologi dan riset global.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Fisika, Ronaldo Talapessy, S.Si., M.Sc., Ph.D, yang juga merupakan supervisor bagi kedua mahasiswa internasional tersebut selama menjalani program magang di Universitas Pattimura. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jurusan Fisika dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif dan berorientasi internasional.
“Kehadiran Alix dan Adrien tidak hanya memberikan pengalaman internasional bagi Jurusan Fisika dan Prodi RIO, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari perspektif akademik dan riset yang berkembang di tingkat global. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat jejaring kolaborasi internasional di masa mendatang,” ungkap Ronaldo Talapessy.

Pada sesi pertama, Alix Fernandez membawakan materi berjudul “Our Journey at The French Air and Space Force Academy”. Dalam presentasinya, Alix memperkenalkan sistem pendidikan, proses pelatihan, budaya akademik, serta berbagai pengalaman yang ditempuh mahasiswa di French Air and Space Force Academy. Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai bagaimana integrasi antara pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan teknologi diterapkan di institusi pendidikan tinggi militer di Prancis.

Sementara itu, pada sesi kedua, Adrien Mea-Vitton mempresentasikan topik “Drone Detection Using AI”, yang mengulas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendeteksi dan mengidentifikasi drone secara otomatis. Materi ini memperkenalkan berbagai pendekatan berbasis kecerdasan buatan yang saat ini banyak dikembangkan untuk mendukung sistem keamanan, pengawasan wilayah, serta aplikasi teknologi masa depan. Topik tersebut mendapat perhatian besar karena relevansinya dengan perkembangan bidang instrumentasi, otomasi, dan teknologi cerdas.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penerapan kecerdasan buatan, peluang kolaborasi riset, pengalaman belajar di Prancis, hingga pengembangan teknologi instrumentasi di masa depan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab, yang berlangsung aktif dan dinamis.
Melalui penyelenggaraan Physics Monthly Seminar, Jurusan Fisika berharap dapat terus menghadirkan forum ilmiah yang mendorong pertukaran ide, memperluas wawasan akademik, serta memperkuat budaya riset di lingkungan Program Studi Fisika dan Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi (RIO). Kehadiran mahasiswa internasional sebagai narasumber juga menjadi bukti nyata komitmen Jurusan Fisika dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta membangun jejaring akademik yang semakin luas di tingkat global.
