G
N
I
D
A
O
L

Kenalkan Dunia Otomasi Sejak Bangku SMK, Prodi RIO Unpatti Hadirkan Pelatihan Arduino dan Sensor

Ambon (10/08/26) – Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi (RIO), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama SMK Negeri 7 Ambon melalui kegiatan bertajuk “Edukasi Teknologi Instrumentasi dan Otomasi melalui Pelatihan Dasar Pemrograman Mikrokontroler Arduino dan Praktikum LED–Sensor bagi Siswa SMK Negeri 7 Ambon.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi agreement antara Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi Universitas Pattimura dengan SMK Negeri 7 Ambon sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan dan penguatan kompetensi teknologi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi RIO serta sejumlah mahasiswa RIO yang turut berperan aktif sebagai pendamping dalam proses pelatihan dan praktikum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan arahan dari Kepala SMK Negeri 7 Ambon, yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan edukasi teknologi tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi (RIO) kepada para siswa. Pada sesi ini, siswa diperkenalkan dengan bidang keilmuan instrumentasi dan otomasi, kompetensi yang dikembangkan di Prodi RIO, serta berbagai peluang pembelajaran dan pengembangan teknologi yang dapat dipelajari di bidang tersebut.

Memasuki sesi utama, para siswa mendapatkan pelatihan dasar pemrograman mikrokontroler Arduino yang dipadukan dengan praktikum sederhana menggunakan LED dan sensor. Pelatihan dirancang secara praktis dan interaktif agar siswa tidak hanya memahami konsep dasar pemrograman, tetapi juga dapat melihat secara langsung hubungan antara program, sensor, mikrokontroler, dan keluaran sistem.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mendapatkan pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa Prodi RIO. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui praktik, mencoba membuat program sederhana, menghubungkan komponen elektronik, serta mengamati respons sistem berdasarkan input dari sensor.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa RIO dengan siswa SMK. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping praktikum, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai proses pembelajaran di perguruan tinggi serta memberikan gambaran mengenai penerapan teknologi instrumentasi dan otomasi dalam kehidupan nyata.

Melalui kegiatan ini, Prodi RIO berupaya memperkenalkan teknologi instrumentasi dan otomasi sejak jenjang pendidikan menengah sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Edukasi mengenai mikrokontroler, sensor, dan otomasi diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal dan mengembangkan keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi saat ini.

Menuju Program Berkelanjutan “RIO Mengajar”

Kegiatan PkM bersama SMK Negeri 7 Ambon tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan kali ini. Sebagai bagian dari implementasi kerja sama yang telah dibangun, Prodi RIO merencanakan keberlanjutan program melalui kegiatan “RIO Mengajar” yang akan dimulai pada semester tahun akademik berikutnya.

Program RIO Mengajar dirancang sebagai wadah pembelajaran dan pendampingan teknologi secara berkelanjutan bagi siswa SMK, dengan materi yang dapat dikembangkan secara bertahap mulai dari dasar elektronika, pemrograman mikrokontroler, sensor, instrumentasi, otomasi, hingga pengembangan proyek berbasis Internet of Things (IoT).

Keberlanjutan program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa SMK Negeri 7 Ambon, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa RIO untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja tim, transfer pengetahuan, dan penerapan kompetensi akademiknya di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Otomasi Universitas Pattimura terus memperkuat perannya dalam menghadirkan teknologi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membangun jejaring pendidikan dengan sekolah mitra. Dari kampus untuk sekolah, dari RIO untuk generasi muda Maluku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =